KALAM REDAKSI
A ‘spin doctor’ is a political spokesperson or public relations officer tasked with promoting a favourable interpretation of an event to the press.
PANGKALPINANG – Di rentang waktu antara 2012-2015, jagat sosial media –khususnya politik hingar bingar oleh sepasukan “tentara bayaran” pendengung yang di kemudian hari dikenal dengan nama “Buzzer”. Konstelasi demikian terjadi dikarenakan munculnya angka pengguna internet sebesar 63 juta orang dengan klasifikasi 44,6 juta end users socmed Facebook dan 19,5 juta pengguna Twitter (sekarang X), Senin 10 Agustus 2026.
Dengan demikian, para pemburu kekuasaan mulai melirik potensi besar pembentukan opini publik lewat jalur social media. Dimana diketahui, masyarakat Indonesia pada saat itu sedang beralih mazhab, dari buta -sama sekali- politik ditengarai akibat ekses massa mengambang rezim Orba, ke koridor melek politik walau masih malu-malu meong. Hehehe.
Sinyalemen ini bukan tanpa bukti valid, paragraf dibawah ini yang berhasil disusun oleh penulis ketika sedang berkobar perang bubat politik di medan perang sosial media, membuktikan bahwa peran “spin doctor” amatlah menentukan. Bisa dibilang, awal-awal terkenalnya diksi spin doctor bisa diduga berawal dari bentroknya pasukan maya dua kubu, cebong versus kampret.
Bagaimana Spin Doctor Beraksi di Sosial Media Tanah Air?
Pembentukan Jasmev (Jokowi Ahok Sosial Media Voulenteer) yang dipimpin Kartika Djoemadi adalah bukti tak terbantahkan, bahwa pembentukan opini publik, serangan personal pada tokoh oposisi, upaya peretasan akun-akun sosmed yang mengkritisi kebijakan rezim, seluruhnya dikerjakan simultan oleh pasukan pendengung bayaran, alias buzzer.
Namun puncaknya adalah saat kondisi yang tidak sehat bagi kohesivitas sosial tadi dengan lugas dibuka oleh media luar, the Guardian.(klik link) Dalam artikelnya, bahkan ditemukan adanya unsur “bayaran” bagi buzzer-buzzer yang bekerja bukan atas nama mengidolakan tokoh tertentu. Tapi bekerja profesional layaknya sebuah tender proyek. Beredar juga secarik dokumen soal -diduga- penggunaan APBN. Mata publik jelas terbelalak. Selama ini netizen +62 merasa sedang berargumen dengan sesama netizen juga cuma beda kubu saja. Begitu dalam benak masing-masing pemilik akun sosmed, ketika mau tidak mau amprokan (ketemu) dalam ruang publik. Akan tetapi ada keanehan yang sangat janggal dirasakan oleh hampir seluruh pengguna internet di tanah air. Saat mereka mencoba untuk berbeda pilihan dengan dua sosok populis tadi, serta merta mereka akan merasakan sengatan puluhan bahkan bisa mencapai ratusan akun sekaligus, yang serempak menyerang balik di kolom komen. Penulis sendiri pernah merasakan ganasnya suasana twitwar di linimasa twitter –sekarang X.
Sewaktu warganer +62 mencoba posting bernada kritik pada penguasa, sekonyong-konyong akun kita jadi seleb karena di-retweet oleh akun pengumpan. Setelahnya mirip kita berada dalam ring yang ditonton oleh segenap lawan politik kita. Ngeri gak tuh? Kalau belum takluk oleh bullyan akun buzzer tadi, invisible hands yang disinyalir berada dalam lingkup kekuasaan ikut serta meramaikan perdebatan tadi. Pertama, ada direct message yang memberi peringatan pada kaum oposan agar tidak terlalu jauh berani menyerang sosok yang mereka lindungi. Kemudian akun akan dibanned dengan alasan melanggar ketentuan privasi yang masing-masing platform sosmed berbeda aturannya. Masih membandel? Pihak penyedia menghanguskan akun tadi. Jika sudah terlanjur viral dan akan menularkan perlawanan, otoritas keamanan ikut masuk gelanggang, dan hafalan UU ITE pasal 27, 28, dan 45 akan menjerat pemilik akun kritis tersebut.
Begitulah pembaca, sekelumit sejarah singkat penggunaan profesi spin doctor di tanah air. Parahnya lagi, sampai saat ini pasukan yang dibentuk dengan loyalitas transferan rekening tersebut disinyalir masih hibernasi doang, belum mati sama sekali. Mereka mampu seperti jadi manusia rawe rontek, yang susah mati. Mirip-mirip seperti film the Mummy, dibuka perbannya, eh hidup lagi. Ngeri.
Apa itu spin doctor? Darimana kata ini berasal? Sejarahnya Seperti Ini Masse
Ungkapan ini berasal dari Amerika dan muncul pada tahun 1980-an, ketika kebutuhan akan ‘ kutipan singkat yang mudah diingat ‘ menjadi sangat mendesak sehingga membutuhkan kelas humas baru untuk menyediakannya.
Banyak kutipan awal frasa yang dikutip dari laman phrasesdotorg dalam bentuk cetak merujuk pada kampanye politik Ronald Reagan. Referensi cetak paling awal berasal dari periode tersebut, misalnya, kutipan dari The New York Times , Oktober 1984:
“Selusin pria dengan setelan jas bagus dan wanita dengan gaun sutra akan berbaur dengan lancar di antara para wartawan, melontarkan opini yang penuh percaya diri. Mereka bukan hanya agen pers yang mencoba memberikan kesan positif pada siaran pers rutin. Mereka akan menjadi Ahli Strategi Komunikasi, penasihat senior bagi para kandidat.”
Istilah “spin” (manipulasi informasi), tanpa didampingi dokter, mulai digunakan dalam konteks politik dan promosi pada akhir tahun 1970-an; misalnya, di Guardian Weekly , Januari 1978.
“CIA bisa menjadi sumber informasi yang sangat baik, meskipun, seperti sumber lainnya, informasi yang diberikannya harus dipertimbangkan kebenarannya dan apakah ada bias atau bias.”
Jadi, mengapa ‘berputar’? Nah, ada dua kemungkinan (dan satu lagi di akhir yang mungkin akan mengalahkan kedua kemungkinan lainnya). Teori pertama adalah bahwa itu berkaitan dengan pelaut dan pendongeng lainnya yang mengarang cerita. Mengingat frasa dalam bahasa seperti ‘berputar cerita’, kita mungkin berasumsi bahwa cerita itu adalah kisah yang dilebih- lebihkan dan bahwa para pendongeng mengarangnya.
Namun, itu tidak sepenuhnya benar. Sebelum frasa ‘berputar cerita’ diciptakan, benang hanyalah tali. Frasa tersebut diciptakan sebagai sebuah entitas, yang hanya berarti ‘menceritakan sebuah kisah’. Itu muncul pada awal abad ke-19 dan pertama kali ditulis dalam karya James Hardy Vaux, A new and comprehensive vocabulary of the flash language , pada tahun 1812.
“Bercerita atau mengarang cerita, yang berarti menceritakan berbagai petualangan, keberhasilan, dan pelarian mereka satu sama lain.”
Dari situ, hanya butuh langkah kecil bagi orang-orang yang dipekerjakan untuk merangkai laporan peristiwa faktual menjadi cerita yang mudah diterima sehingga mereka disebut sebagai ‘ahli manipulasi opini publik’.
Penjelasan kedua tentang ‘spin’ adalah bahwa istilah ini merujuk pada putaran yang digunakan oleh para atlet dalam olahraga kriket, snooker, bisbol, dan lain-lain, di mana bola dibelokkan dari jalur alaminya dan diarahkan ke kiri atau kanan.
Penjelasan ketiga, yang tidak hanya bertujuan menjelaskan ‘spin’ tetapi juga bisa menjadi sumber dari ‘spin doctor’ sebagai ungkapan lengkap, adalah bahwa istilah tersebut berasal dari nama umpan pancing.
Label logam berputar umumnya digunakan sebagai umpan untuk menarik ikan predator dan dikenal sebagai spinner. Spinner tertentu, yang disebut Spin Doctor, dijual di AS pada tahun 1960-an dan sering disebut-sebut di media, seperti dalam iklan di atas di Kingston Daily , Mei 1964.
Sangat mungkin bahwa siapa pun yang menciptakan istilah ‘spin doctor’ untuk merujuk pada orang-orang yang ahli dalam pemasaran mendapatkan nama tersebut dari umpan tersebut. Sayangnya, tidak ada bukti yang jelas tentang hal itu dan, seperti yang selalu terjadi dalam etimologi, plausibilitas saja tidak cukup.
Jadi, masih belum ada kepastian. Asal usul istilah ‘spin doctor’ mungkin terletak pada tiga poin di atas, tetapi saat ini kita belum tahu yang mana.
Oleh : Lukman Hakim ~ wartawan | Tinggal di Bumi Allah
