PANGKALPINANG – Dampak dari Kathutla yang saat ini makin meluas di Pulau Kalimantan intensitasnya semakin mengerikan. Bukan saja menimbulkan titik panas semata, namun yang terpenting adalah faktor kesehatan akan jadi imbas berikutnya, Kamis 20 Agustus 2026.

Di Linimasa platform media sosial X (dulu Twitter), muncul beragam postingan mengenai eskalasi kebakaran hutan dan lahan yang semakin meluas di seantero Pulau yang dijuluki sebagai paru-paru dunia tersebut.

“Data Walhi kalsel menyatakan, 71% titik panas kebakaran hutan di Kalsel berada di lahan konsesi milik perusahaan. Ada 875 titik berada di konsesi tambang & 32 titik di perkebunan sawit,” tulis akun X @recehsjaa.

Bukan cuma itu, menurut akun tersebut, ada pihak yang sibuk membela pembukaan lahan rawa berskala besar dengan dalih swasembada. Tapi dia amnesia bahwa demi membuka lahan itu, ekosistem gambut harus dikeringkan. Begitu gambut kering, tanah itu berubah jadi kayu bakar raksasa.

Sumber photo: akun X

“Karhutla hebat di Kalimantan hari ini adalah bukti nyata dari logika ekstraktif yang dia bela. Membela proyek destruktif di atas ekosistem gambut yang dikeringkan itu bukan memperjuangkan isi perut rakyat, tapi sedang merampok paru-paru mereka,” tukasnya lagi.

Sampai berita ini tayang, kebakaran hutan dan lahan di Pulau Kalimantan intensitasnya masih tinggi. Selain dipicu faktor manusia, faktor alam seperti musim kemarau panjang serta angin yang berhembus kencang jadi faktor yang sukar ditangkal. (Redaksi One)

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *