PANGKALPINANG – Di jaman keterbukaan informasi seperti saat ini, sosok pejabat seharusnya sudah tidak asing lagi dengan media –baik online maupun cetak, hal tersebut merupakan bentuk sinergitas dari beragam kegiatan yang selalu diberitakan, karena media merupakan bagian mitra vital dari publikasi yang diperlukan oleh pihak pemerintah, Senin 10 Agustus 2026.
Dalam UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, seperti kita tahu salah satunya bertujuan untuk untuk menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana, program, proses, dan alasan pengambilan kebijakan publik. UU ini juga mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik dan pengelolaan badan publik yang baik.
Sementara itu redaksi baru saja menerima informasi kurang sedap terkait datangnya rombongan media ke SMK Negeri 1 Pangkalpinang. Adapun maksud serta tujuan rombongan media datang ke sekolah tersebut semata-mata adalah untuk silaturahmi rutin sekaligus memfollow-up hasil kunjungan sebelumnya pihak media ke Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kep Bangka Belitung, Syaiful Bahri beberapa pekan sebelumnya.
Kendati demikian, maksud baik rombongan teman media –dalam naungan satu grup dengan media ini tidaklah seperti gayung bersambut. Media justru diabaikan menjurus tidak dianggap oleh pihak sekolah –yang katanya melahirkan para pemimpin di Kota Pangkalpinang ini.
“Diawali pengalaman yang kurang mengenakkan. Di area depan sekolah, tim mendapati tiga orang guru, terdiri dari satu guru laki-laki dan dua guru perempuan. Saat tim menyampaikan maksud kedatangan kami Tim Media untuk bertemu Kepala Sekolah, respons yang diberikan dinilai kurang ramah dan terkesan tidak menyambut tamu dengan baik,” ungkap salah satu awak media.
Walaupun sudah dijelaskan bahwa sowannya pihak media ini hanya untuk menjalankan kebiasaan bersinergi dengan lintas sektoral, pihak sekolah dengan arogansi yang kentara malah menyatakan bahwa pihak Kepala Sekolah tidak berada di tempat, tim kemudian meminta untuk bertemu Wakil Kepala Sekolah. Namun, saat itu Wakil Kepala Sekolah sedang melakukan panggilan telepon sehingga belum dapat menemui tim. Alih-alih memperoleh pelayanan yang komunikatif atau penjelasan yang memadai, tim hanya diarahkan untuk menemui guru lain.
“Sakitnya tuh disini bang (sambil menunjuk ke arah tengah hati) masak kita sudah sopan kayak gitu mereka masih saja bertingkah seperti paduka yang mulia, kalau kita mau wawancara Pak Gubernur kita saja Pak Gubernur menyambut baik kok,” sungut Ich anggota rombongan media lainnya ikut bersungut-sungut.
Konfirmasi Susulan Ke Kepsek SMKN 1 Berbuah Permintaan Maaf
Terpisah, pihak Kepala Sekolah SMKN 1 Pangkalpinang, Kurnia Paratiwi ketika diklarifikasi media mengakui adanya sikap kurang tepat dari jajarannya. Dan berdalih bahwa saat itu pihaknya sedang menghadiri undangan diluar sekolah.
Saat itu Humas sedang rapat bersama team Bkk provinsi untuk persiapan Job Fair tingkat Provinsi. Dan saya menghadiri undangan IAIN Babel,” tulisnya dalam pesan instan whatsapp.
Bahkan sikap arogan staf dan jajarannya sewaktu menerima rombongan media turut diakui oleh pihak sekolah.Terkait kedatangan media ke sekolah hari Selasa yang lalu, ada perilaku dan kalimat yang kurang pantas disampaikan guru/ staf saya. Saya secara pribadi dan sebagai Kepala Sekolah mohon maaf yang sebesar besarnya. Saya pastikan untuk ke depan tidak terulang lagi. Sekali lagi. Saya haturkan mohon maaf yang sebesar besarnya. Bahkan saya juga sudah di tegur dan diingatkan oleh pak Saiful (Kadis Pendidikan),” pungkasnya.
Di sisi lain, pihak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kep Bangka Belitung, Syaiful Bahri mengaku akan segera menegur pihak sekolah SMKN 1 Pangkalpinang tadi, atas perilaku tidak sopan dan kurang berkenan tersebut.
“Baik akan segera abang tegur pihak sekolah,” ujarnya. (red)
