Hasil Mediasi Kamis Siang Ini : Seluruh Aktifitas Dihentikan, Penambang Diminta Tutupi Lobang Bekas Tambang
Pangkalpinang – Sengkarut peruntukan di dua lahan milik Azan dan Acing di kawasan Air Asin berkembang jadi polemik meluas, akibat diterobos secara sepihak oleh sekelompok oknum warga buat lokasi tambang sebu-sebu liar, hingga pada akhirnya menemui titik temu pada mediasi warga RT 06 Air Asin Pasir Putih Pangkalpinang, Kamis 29 Oktober 2026 siang ini.
“Tanah yang itu tanah bapak saya. Surat lahan tersebut dikeluarkan pada tahun 1968, malah rencananya lahan yang menjorok kearah pasar ikan tadi saya sedang negosiasikan dengan (Walikota) Prof Udin untuk digunakan sebagai rencana perluasan pasar,” ucap Azan di awal mediasi.
Azan bilang, dirinya sama sekali tidak mempermasalahkan kalau masyarakat sekitar melakukan penambangan liar di sekitar pemukiman mereka. Meski begitu, dirinya tidak menampik bahwa secara pribadi, Ia memang menolak keras jika aktifitas ini justru merangsek masuk juga merusak lahan yang dimilikinya.
“Jadi, sekarang sudah clear semua ya. Yang maen TI sebu-sebu di dalam tanah milik keluarga saya, mohon segera dibereskan itu lobang yang sudah ada, soal kalian mau menambang di lahan yang lain bukan milik lahan saya, itu urusan kalian, tapi tolong diuruk kembali lahan saya yang sudah bolong,” sebut Azan warga Puding pada momen mediasi lapangan yang dihadiri oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua RT 06 Air Asin Pasir Putih, serta mantan Ketua RT 06, Yuli, plus anggota Satpol PP Pangkalpinang, Bb.
Ada kejadian menarik ketika proses mediasi selesai dilaksanakan. Ada selentingan kalimat unik yang dilontarkan oleh emak-emak di sekitar tempat mediasi. “Huh barulah kira e kite neg ikut bertambang di sanin, tapi dag jadi ade wartawan,” cetus seorang perempuan usia 30an.
Bukan cuma itu, dalam sesi pertemuan yang disaksikan oleh sebagian warga RT 06 tersebut sempat muncul disinyalir adegan drama apik yang ditunjukkan oleh mantan Ketua RT 06, Yuli. Pasalnya, menurut keterangan sumber media yang jadi pesakitan sebagai diduga beking kegiatan ilegal oleh beberapa media, justru Yuli inilah yang sangat tahu situasi awal di lokasi.
“Tapi karena ada kepentingan dengan aktifitas ilegal disitu ya jadi terkesan bermain sandiwara seperti tadi. Kan gak masuk akal kalau memang benar dia orang yang ditunjuk oleh Azan sebagai pengawas lahan kok malah sempat minta masuk 3 ponton ke saya. Ya waktu itu saya jawab, saya diberi kuasa lahan ACG justru untuk mengamankan bukan untuk menambang,” terangnya.
Sumber menjamin, bahwa keterangan yang diberikan pada media bisa dikonfrontir dengan beragam pihak. Sebab, kejadiannya memang seperti itu, tanpa embel-embel apapun. “Sekarang seolah saya kambing hitamnya, sudah dua media yang memuat keterangan tidak akurat soal kejadian di Air Asin ini. Padahal, sudah memakan waktu berbulan-bulan orang main sebu-sebu disana tapi kok tenang saja? Kenapa para pihak yang hadir tadi seperti mendiamkan dan tidak bereaksi seperti sekarang, ini ada apa?” tanya sumber.
Disaat yang sama, sewaktu awak media mendatangi lokasi lahan di Air Asin Pasir Putih Pangkalpinang tadi, Yuli yang memakai kopiah dan berkaos itu sempat datang menghampiri, “Wah runyam ini, sekarang kakaknya Bb, Pak Azan yang datang ke mediasi di rumah Pak RT 06,” sungutnya.
Aksi Yuli dalam menyambut wartawan yang sarat dengan dugaan akting tersebut, jelas sangat bertolak belakang dengan keterangan sumber, yang mengatakan bahwa sekelompok penambang yang beroperasi di lokasi justru diketahui dengan pasti oleh Yuli.
“Tapi ya sudahlah bang, yang penting sekarang semuanya sudah jelas dan selesai hari ini, semoga saya dan para penambang, juga pihak- pihak lain yang ada di Pasir Putih bisa segera melaksanakan hasil mediasi tadi,” tukas sumber. (Red/LH)
