Pangkalpinang – Fenomena pelajar belia yang gemar menyiarkan perkelahian atau tawuran secara langsung (live) di media sosial terjadi karena gabungan kombinasi krisis identitas remaja, dorongan eksistensi digital, dan efektivitas algoritma platform dalam menyebarkan konten provokatif, Jumat 28 Agustus 2026.
Bagi mereka, lanjut kutipan berita media ini, platform sosial media bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan arena untuk pamer kekuasaan.
Sementara itu, aksi ngeri perkelahian dua perempuan belia yang diposting di sosial media Facebook baru-baru ini sontak saja menggegerkan jagat maya di negeri Serumpun Sebagai.
“Makasih y sepradik semuo l up video nhe ,Sayo minta up dan kawal trus srta doa ,untuk kronologi yg pasti e anak kami DX kenal kx pelaku e,anak kami t habis mkn seblak trus nongkrong ,pelaku marah hanya karna teman dari anak kami melihat pelaku ,trus yg jdi sasaran anak kami,” unggah akun @Ananda Zellazella.
Dalam pantauan redaksi, postingan yang sudah ditonton oleh 74 ribu viewers ini mendapatkan beragam tanggapan. Kebanyakan dari mereka menyayangkan aksi brutal kedua pelajar putri –info lapangan menyebut keduanya adalah pelajar SMPN 6 Pangkalpinang.
“Sebagai alumni smp 6 saya berharap masalah ini di proses hukum,” cetus akun @Lucky Hermanto Beng.
Secara terpisah, Kasatreskrim Polresta Pangkalpinang, AKP Ogan mengatakan pihaknya sudah mengetahui informasi terkait aksi tidak terpuji kedua pelajar putri tadi. Kendati demikian, pihaknya mengakui masih menunggu perkembangan lebih lanjut, kata Kasatreskrim, anggota kepolisian sedang bekerja untuk menindak lanjuti perkara yang jadi atensi publik ini.
“Orang tua korban sudah buat laporan polisi, sekarang sedang dalam proses tindak lanjut,” tulis Kasatreskrim pada pesan instan WhatsApp di Jumat 28 Agustus jam 19:55 wib.
Kini publik berharap agar pihak yang berwenang segera mengambil tindakan tegas pada pelaku perkelahian. Pasalnya, rekam jejak digital buruk bagi netizen lainnya ditengarai mampu memicu aksi lanjutan berikutnya.
“Yang tukang rekam dan orang orang sekitar semua harus kena diperiksa semua harus diproses, terus jangan minta damai semua harus adil proses hukumnya,” sebut akun @Desy Nurhidayah (LH).
Tautan Video (BUKAN UNTUK DITIRU)
