Dugaan Setoran ke Oknum Siluman Menyeruak

SUNGAILIAT burningnews.online — Kawasan eks lokalisasi Sambunggiri di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, dikabarkan kembali menggeliat. Tempat yang sempat resmi ditutup pada tahun 2007 tersebut diduga kuat kini beraktivitas kembali secara terselubung di balik operasional sejumlah kafe, wisma, dan tempat hiburan malam, Sabtu 8 Agustus 2026.

Pantauan di lapangan menunjukkan indikasi maraknya aktivitas tersebut, di mana terlihat beberapa perempuan berusia muda tampak berkeliaran di area lokasi. Dugaan praktik kelam ini kian menguat setelah terungkapnya kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan eksploitasi anak yang menimpa seorang remaja asal Palembang, Sumatera Selatan beberapa tahun silam.

Gadis muda tersebut diduga dijadikan pekerja seks komersial (PSK) di salah satu wisma di kawasan eks lokalisasi tersebut.

Maraknya fenomena ini memicu keresahan warga yang mempertanyakan legalitas serta kejelasan pengawasan dari aparat dan pengurus lingkungan setempat.

Guna memastikan prinsip keberimbangan berita (cover both sides), upaya konfirmasi langsung telah dilakukan kepada Kasatpol PP Pemkab Bangka untuk mengklarifikasi aduan masyarakat, fungsi kontrol pers, serta koordinasi dengan instansi terkait seperti Aparat Hukum dan Kepolisian.

“Pemerintah kabupaten Bangka tidak pernah membuka praktek prostitusi di Sambung Giri dan kami dari Satpol PP Kab Bangka tidak pernah meminta atau mendapat setoran apa pun dari sambung giri dan bagi anggota-anggota saya yang meminta silakan laporkan dan akan kami tindak”, tegas Ahmad Suherman selaku Kasatpol PP Pemkab Bangka.

Namun sebaliknya, saat dikonfirmasi dan dimintai tanggapan resmi, Ketua RT setempat memilih untuk bungkam dan tak bergeming untuk sekedar membalas pesan instant wartawan.

Sikap bungkam tersebut kian memantik spekulasi di tengah masyarakat. Hal ini diperparah oleh dinamika kepemimpinan lokal, di mana jabatan Ketua RT yang sebelumnya diampu oleh sang suami kini beralih dan diteruskan oleh sang istri.

“Masyarakat jadi heran, apa suami istri tersebut tidak risih dengan lalu lalangnya perempuan seksi di sekitaran rumah mereka? Dulu suaminya RT sekarang istrinya, kok sama saja masih terus ramai apa terima sesuatu,” ungkap seorang warga yang enggan disebut namanya.

Kondisi ini memicu asumsi liar serta kecurigaan publik terkait dugaan pembiaran, potensi aliran dana hingga keuntungan materiil, dan terpenting dugaan keterlibatan Oknum Perangkat Desa dalam menjaga kelangsungan operasional tempat-tempat tersebut yang makin marak sampai sekarang.

Hingga berita ini diterbitkan, penelusuran lebih lanjut masih terus dilakukan guna mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Desa, aparat hukum terkait serta jajaran Kepolisian Resor Bangka demi memastikan penegakan hukum dan ketertiban di kawasan Sambunggiri.(Redaksi)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *